Main Article Content

Abstract

This exploratory study aims to: 1) determine objectives, materials, methods, media and evaluation of history teaching in senior secondary schools; 2) identify factors that support and inhibit history teaching in senior secondary schools; 3) exploit the understanding of history teachers of senior secondary schools on history teaching models; and 4) establish a model for character education based-history learning. Research subjects are history teachers of senior secondary schools in Solo Raya. Data were collected using observation, interviews, document analysis, questionnaire and Focus Group Discussion techniques, and analyzed using the method of qualitative interactive model. The results showed that: 1) purpose of history teaching inculcate the spirit of nationalism, love of nation and homeland; materials in accordance with the Content Standards; lecture methods varies, power point media, film and Liquid Crystal Display, while the evaluation is still tend to focus on cognitive aspects; 2) supporting factor of history teaching is the development of innovative learning models, while the inhibiting factors are the lack number of BSE book and discrimination on the subjects; 3) majority of history teachers of senior secondary schools have understood the learning models, and 4) completion of the Critical, Creative, Chain and Character model (KKBB).

 

ABSTRAK


Penelitian eksploratif ini bertujuan untuk: 1) mengetahui tujuan, materi, metode, media, dan evaluasi pembelajaran Sejarah di Sekolah Menengah Atas (SMA); 2) mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat pembelajaran Sejarah di SMA; 3) mengeksploitasi pemahaman guru-guru Sejarah di SMA terhadap model-model pembelajaran Sejarah; dan 4) menyusun model Pembelajaran Sejarah Berbasis Pendidikan Karakter. Subjek penelitian adalah guru-guru Sejarah SMA Solo Raya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, analisis dokumen, angket dan Focus Group Discussion. Metode analisis data menggunakan analisis kualitatif model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa: 1) tujuan pembelajaran Sejarah menanamkan semangat kebangsaan, cinta bangsa dan tanah air; materi sesuai dengan Standar Isi; metode ceramah bervariasi, media power point, film dan Liquid Crystal Display, sedangkan evaluasinya masih banyak pada aspek kognitif; 2) Faktor pendukung pembelajaran Sejarah, yaitu adanya model-model pembelajaran inovatif, faktor penghambatnya buku BSE yang minim, dan adanya diskriminatif mata pelajaran; 3) sebagian besar guru-guru SMA telah memahami model-model pembelajaran; dan 4) tersusunnya model Kritis, Kreatif, Berantai dan Berkarakter (KKBB).

Article Details

How to Cite
Agung S., L. (2012). Pengembangan Model Pembelajaran Sejarah SMA Berbasis Pendidikan Karakter di Solo Raya. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 18(4), 412-426. https://doi.org/10.24832/jpnk.v18i4.98

References

  1. Arends, Ricahrd I. 2000. Learning to Teach. New York: Mc Graw Hill.
  2. Elmubarok, Zaim. 2008. Membumikan Pendidikan Nilai. Bandung: Alfabeta.
  3. Ghufron, Anik. 2010. Integrasi Nilai-Nilai Karakter Bangsa Pada Kegiatan Pembelajaran. Cakrawala Pendidikan. Mei 2010. Tahun XXIX. Edisi Khusus Dies Natalis UNY.
  4. Jacobsen, David A, Eggen, Paul, and Kauchak, Donald. 2009. Methods For Teaching. New Jersey:Pearson Education, Inc.
  5. Joyce, Bruce; Weil, Marsha, & Showers, B. 2002. Models of Teaching. Seventh Edition. Boston: Alylyn & Bacon.
  6. Joyce, Bruce, Weil, Marsha, and Calhoun, Emily.2009. Models of Teaching. New Jersey: Pearson Education, Inc.
  7. Kartodirdjo, Sartono. 1988. Fungsi Pengajaran Sejarah dalam Pembangunan Nasional. Harian Kompas, 26 September 1988.
  8. Kaswadi, E.K. 1993. Pendidikan Nilai Memasuki Tahun 2000. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.
  9. Kementerian Pendidikan Nasional. 2010a. Bahan Pelatihan Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Kurikulum.
  10. Kementerian Pendidikan Nasional. 2010b. Pembinaan Pendidikan Karakter di Sekolah Menengah Pertama. Jakarta: Kemendiknas.
  11. Mardiatmadja, B.S.1996. Tantangan Dunia Pendidikan. Yogyakarta: Kanisius
  12. Meulen, van der. 1987. Ilmu Sejarah dan Filsafat. Yogyakarta: Kanisius.
  13. Miles, Matthew B & Huberman, A Michael. 1984. Qualitative Data Analysis. London-New Delhi: Sage Publications.
  14. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Pendidikan Dasar dan Menengah.
  15. Rokhman, Nurhadi, dan Muhsinatun S. 2006. Pengembangan Kurikulum Pengetahuan Sosial Terpadu secara Tematik di Tingkat SLTP: Sebuah Pemikiran Awal. ISTORIA. Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah. Vol.1 No.2, Maret 2006. Yogyakarta: FISE.
  16. Sanjaya, Wina. 2010. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Cetakan ke-7.Jakarta: Prenada Media Group.
  17. Sardiman, A.M. 2002. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Pers.
  18. Solo Pos. 19 Juni, 2011. Pendidikan Karakter Dicanangkan: Siswa Harus SMK.
  19. Sugiyanto. 2010. Model-Model Pembelajaran Inovatif. Surakarta: Panitia Sertifikasi Guru (PSG) Rayon 13 Surakarta.
  20. Suryani, Nunuk. 2012. Strategi Belajar Mengajar. Yogyakarta: Ombak.
  21. Sutopo, H.B. 2002. Metode Penelitian Kualitatif. Surakarta: Sebelas Maret University Press.
  22. Suyanto. 2010. Urgensi Pendidikan Karakter. http://www.mandikdasmen. depdiknas.go.id/web/pages/urgensi.html, diunduh 11 April 2011.
  23. Syukur, Abdul. 2010. Membangun Karakter Bangsa Lewat Sejarah (Refleksi 65 Tahun Pengajaran Sejarah di Indonesia. Artikel. diunduh, 21 Juni 2012.
  24. Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2005. Jakarta: Penerbit Pustaka Pelajar.
  25. Wardhani, Kristi. 2010. Peran Guru dalam Pendidikan Karakter Menurut Konsep Pendidikan Ki Hajar Dewantara. Proceeding of The 4th International Conference on Teacher Education; Join Conferencem UPI & UPSI Bandung, 8-10 November 2010, diunduh 21 Juni 2012.
  26. Zuriah, Nurul. 2007. Pendidikan Moral dan Budi Pekerti dalam Perspektif Perubahan. Jakarta: Bumi Aksara.