Main Article Content

Abstract

Digitalisasi pendidikan pada dasarnya merupakan upaya pemerintah untuk pemerataan akses pendidikan dan mengurangi masalah kesenjangan digital dalam dunia pendidikan. Artikel ini bertujuan mengidentifikasi aspek kebijakan digitalisasi pendidikan yang diterapkan pada sekolah dasar di Kecamatan Baraka dan menganalisis sejauh mana kebijakan digitalisasi membantu guru sekolah dasar untuk meningkatkan akses pendidikan serta mengejar ketertinggalan digital. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Responden penelitian ini adalah 13 guru dari 4 sekolah dasar, 1 kepala sekolah, dan 1 pengawas sekolah dasar. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap mereka dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua aspek kebijakan digitalisasi pendidikan yang dirasakan secara langsung oleh guru-guru sekolah dasar di Kecamatan Baraka. Pertama, digitalisasi komunikasi kebijakan pendidikan dan kedua, digitalisasi pembelajaran. Pada aspek pertama, para guru mengalami akselerasi akses pada kebijakan-kebijakan pendidikan. Para guru dapat lebih memahami kebijakan pendidikan nasional dan bisa mengikuti arahan langsung dari Pemerintah Pusat melalui kanal informasi yang tersedia. Namun pada aspek kedua, para guru belum menunjukkan kesiapan digital yang memadai. Mereka belum memanfaatkan berbagai perangkat lunak yang diberikan untuk memaksimalkan pembelajaran, seperti Rumah Belajar dan Canva, meskipun mereka telah mengetahui tentang fasilitas-fasilitas tersebut.

Keywords

digitalisasi pendidikan guru sekolah dasar kesenjangan digital ketimpangan pendidikan

Article Details

How to Cite
Anita, A., & Astuti, S. I. (2022). DIGITALISASI DAN KETIMPANGAN PENDIDIKAN: STUDI KASUS TERHADAP GURU SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN BARAKA. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 7(1), 1 - 12. https://doi.org/10.24832/jpnk.v7i1.2509

References

  1. Adima, M.Z.F. (2021). Sosisalisasi kebijakan pendidikan. MUNTAZAM: Jurnal Manajemen
  2. Pendidikan Islam, 2(2), 42-53.
  3. Ariyanti, S. (2016). Studi pengukuran digital divide di Indonesia. Buletin Pos dan Telekomunikasi, 11(4), 281–92.
  4. Arta, I.G.A.J. (2021). Digitalisasi pendidikan: Dilematisasi dan dehumanisasi dalam pembelajaran daring perspektif filsafat Paulo Friere. Pp. 96–107 in Prosiding Seminar Nasional IAHN-TP Palangka Raya.
  5. Azzizah, Y. (2015). Socio-economic factors on Indonesia education disparity. International Education Studies, 8(12), 218–29.
  6. BPPBI. (2016). Kamus Besar Bahasa Indonesia. https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/nilai.
  7. Buwarda, S., Rasyid, K.H., & Hidayat, M. (2020). Fuzzy logic method as determining of internet network VSAT performance in black spot region at District of Enrekang.” P. 12087 in IOP Conference Series: Materials Science and Engineering. Vol. 875. IOP Publishing.
  8. Creswell, J.W. & Cheryl, N.P. (2016). Qualitative inquiry and research design: choosing among five approaches. Sage publications.
  9. Duke, B., Harper, G., & Johnston, M. (2013). Connectivism as a digital age learning theory. The International HETL Review, (Special Issue), 4–13.
  10. Esti, A.D. (2012). Warga Bicara Media: Sepuluh Cerita Cerita. Jakarta: CIPG.
  11. Fitri, R. & Kustanti, E.R. (2020). Hubungan antara efikasi diri akademik dengan penyesuaian diri akademik pada mahasiswa rantau dari Indonesia Bagian Timur di Semarang. Jurnal Empati, 7(2),491–501.
  12. Fuady, A.H. (2019). Teknologi digital dan ketimpangan ekonomi di Indonesia. Masyarakat Indonesia, 44(1), 75- 88.
  13. Goldie, J.G.S. (2016). Connectivism: A knowledge learning theory for the digital age?. Medical Teacher, 38(10), 1064-1069.
  14. Händel, M., Stephan, M., Gläser-Zikuda, M., Kopp, B., Bedenlier, S., & Ziegler, A (2020) Digital readiness and its effects on higher education students’ socio-emotional perceptions in the context of the COVID-19 pandemic, Journal of Research on Technology in Education, 54 (2), 267-280. DOI: 10.1080/15391523.2020.1846147
  15. Hasan, M., Harahap, T.K. & Inanna. (2021). Landasan Pendidikan. Penerbit Tahta Media Group.
  16. Hasmiwarni & Elihami. (2021). The perception of primary school teachers of online learning during the covid-19 pandemic: a case study UPT SPNF SKB Enrekang, Indonesia. Jurnal Edukasi Nonformal, 2(1), 38–46.
  17. Hermawansyah. (2021). Manajemen lembaga pendidikan sekolah berbasis digitalisasi di era Covid-19. Fitrah: Jurnal Studi Pendidikan, 12(1), 27–46.
  18. Hidayat, A. (2017). Kesenjangan sosial terhadap pendidikan sebagai pengaruh era globalisasi. Justisi Jurnal Ilmu Hukum, 2(1), 15-25.
  19. Horrigan, J.B. (2016). Digital readiness gaps. Pew Research Center.
  20. Joia, L.A. & Lorenzo, M. (2021). Zoom in, zoom out: The impact of the covid-19 Pandemic in the classroom. Sustainability, 13(5), 25-31
  21. Julistian, U. (2019). Fasilitasi E-Learning, Kemendikbud Luncurkan Rumah Belajar. Gatra Online.
  22. 16 January 2022. https://www.gatra.com/news-456801-teknologi-fasilitasi-e-learningkemendikbud-luncurkan-rumah-belajar.html.
  23. Kemendikbud. (2011). Apa itu portal rumah belajar? Portal Rumah Belajar Kemendikbud. 15 January 2011. https://belajar.kemdikbud.go.id/.
  24. Khidhir, S. (2019). Indonesia is too slow! The ASEAN Post. 16 January 2022, https:// theaseanpost.com/article/indonesia-too-slow.
  25. Marakovits, S.J. (2021). Four barriers to facilitating 21st century competencies through
  26. digitalization. Pp. 106–22 in Handbook of Research on Barriers for Teaching 21st-Century Competencies and the Impact of Digitalization. IGI Global.
  27. Miles, M.B. & Huberman, A.M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook. Sage Publications.
  28. Muhajir, M.A. (2020). Pembelajaran daring di era covid-19: Kesenjangan digital, sistem kompetisi, dan model pendidikan yang manusiawi. MIMIKRI: Jurnal Agama dan Kebudayaan, 6(2), 220-234.
  29. Ott, H., Wang, R., & Bortree, B. (2016). Communicating sustainability online: An examination of corporate, nonprofit, and university websites. Mass Communication and Society, 19(5), 671–87.
  30. Piotrowski, J.T. (2021). My pandemic pedagogy playbook: A glimpse into higher education in the dutch zoom-room. Journal of Children and Media, 15(1), 142–45.
  31. Saputra, D.N., Kholil, A., Selegi, S.F., Setia, A., Sinaga, K., & Farisi, A. (2021). Landasan Pendidikan. Media Sains Indonesia.
  32. Pemerintah Kabupaten Enrekang. (2020). Rencana Kerja Pemerintah Kabupaten Enrekang 2021.
  33. Setijowati, U., Marjuni, Asih, S.S. & Witanto, Y. (2021). Pemberdayaan guru dan orang tua peserta didik dalam pembelajaran berbasis online. Pp. 224–31 dalam Standarisasi Pendidikan Sekolah Dasar Menuju Era Human Society 5.0. Cirebon: FKIP Universitas Muhammadiyah Cirebon.
  34. Simbolon, I.A.R, Yatussa’ada, F., & Wanto, A. (2018). Penerapan algoritma backpropagation dalam memprediksi persentase penduduk buta huruf di Indonesia. Jurnal Informatika Upgris, 4(2), 163-169
  35. Sinaga, I., Chan, F., & Sofwan, M. (2020). Pemanfaatan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi oleh Guru Sekolah Dasar. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 4(1), 271-279. doi.org/10.33487/edumaspul.v4i1.344
  36. Suratman, B., Soesatyo, Y, & Soejoto, A. (2014). Analisis faktor yang memengaruhi ketimpangan pendidikan. Jurnal Ilmu Pendidikan, 20(2), 176-182.
  37. Suryadi, A, Darmawan, D., Rahadian, D., Wahyudin, D., & Riyana, C. (2022). Pengembangan aplikasi sistem database Virtual Community Digital Learning Nusantara (VCDLN) menggunakan model waterfall dan pemrograman terstruktur. Jurnal PETIK, 8(1), 48-56.
  38. Suryana, C. (2021. Komunikasi kebijakan pendidikan. Surabaya: Jakad Media Publishing.
  39. Sutiarso, S. (2020). Optimalisasi penggunaan papan tulis dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Seminar Nasional Pendidikan FKIP Unila 2020, Tema: Pembelajaran Abad 21 Mencapai Kompetensi Pendidikan Generasi Emas 2045, 1–5.
  40. Usman, S. (2021). Inklusi sosial di era digital (social inclusion in the digital age). Academic Essay: Digtal Society. 16 January 2021. https://pssat.ugm.ac.id/inklusi-sosial-di-eradigital-social-inclusion-in-the-digital-age/.
  41. Yanti, M.T., Kuntarto, E., & Kurniawan, A.R. (2020). Pemanfaatan portal rumah belajar Kemendikbud sebagai model pembelajaran daring di sekolah dasar. Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar, 5(1), 61–68