Main Article Content

Abstract

Kekurangan biaya adalah salah satu penyebab utama rendahnya partisipasi masyarakat dalam melanjutkan studi pada tingkat pendidikan tinggi. Masyarakat Manggarai mengenal salah satu bentuk kearifan lokal dalam mengatasi persoalan pembiayaan pendidikan. Wuat Wa’i adalah satu bentuk gotong royong dalam mendapatkan pembiayaan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Wuat Wa’i sebagai bentuk gotong royong masyarakat Manggarai dalam upaya mendukung pendidikan anak ke jenjang perguruan tinggi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis pendekatan naratif untuk menggali peristiwa dan cerita yang terjadi di tempat penelitian. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menemukan bahwa bentuk gotong royong dalam Wuat Wa’i adalah mengumpulkan dana untuk pendidikan dan memberi sumbangan moril berupa do’a dan nasihat berbasis budaya.

Keywords

Wuat Wa'i gotong royong masyarakat manggarai pembiayaan pendidikan

Article Details

How to Cite
Seda, F., & Niron, M. D. (2022). WUAT WA’I: MODEL GOTONG-ROYONG MASYARAKAT MANGGARAI DALAM PEMBIAYAAN PENDIDIKAN DI PERGURUAN TINGGI. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 7(1), 25 - 38. https://doi.org/10.24832/jpnk.v7i1.1864

References

  1. Abidin, A.A. (2017). Manajemen pembiayaan pendidikan tinggi dalam upaya peningkatan mutu (Studi kasus pada perguruan tinggi swasta menengah di Surabaya). Jurnal Penjamin Mutu, 3(1), 87–99.
  2. Ahmad, S. (2018). Perluasan dan pemerataan akses kependidikan Daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal). Jurnal Manajemen Dan Pendidikan Islam, 4(9), 153–171. doi.org/10.12928/psikopedagogia.v1i2.4603.154
  3. Andriadi, K.D., Asih, E.T.W., Dewi, A,W., Nugraha, K., & Samadhinata, I.M.D. (2018). Efektifitas penyelenggaraan program beasiswa Bidikmisi di Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Humanika, 8(3), 206–212. doi.org/10.23887/jinah.v8i3.20015
  4. Anggoro, Y.M., & Ulumuddin, I. (2017). Gotong royong sebagai tindakan kolektif: Studi pada beberapa SMP di Kota Denpasar. Indonesian Journal of Sociology and Education, 2(1), Policy, 70–89.
  5. Barokah, N., & Yulianto, A. (2019). Pengaruh lingkungan sekolah, self efficacy, dan status sosial ekonomi orang tua terhadap minat melanjutkan pendidikan tinggi dengan prestasi belajar sebagai variabel mediasi. Economic Education Analysis Journal, 8(2), 434–452. doi.org/10.15294/eeaj.v8i2.31498
  6. Bowen, J, R. (1986). On the political construction of tradition: Gotong royong in indonesia. The Association For Asian Studies, 45(3), 545–561. doi.org/10.2307/2056530
  7. Djese, S,T., & Mba, D.A. (2018). Peran pesta sekolah di Manggarai dalam pengembangan produk unggulan daerah. Badan Penelitian Dan Pengembangan Daerah Nusa Tenggara Timur, 43–59.
  8. Haq, M.A., & Stiyani, R. (2016). Pengaruh prestasi belajar, kondisi sosial ekonomi orang tua, dan self efficacy terhadap minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi siswa IPS. Economic Education Analysis Journal, 5(3), 1034–1045. https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/eeaj/article/view/13603
  9. Hewen, E.B., & Iswahyudi, D. (2019). Impelementasi gotong royong dalam program penyediaan air bersih sebagai realisasi nilai persatuan. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Dan Pembelajaran Bagi Guru Dan Dosen, 3, 59–66. doi.org/https://conference.unikama.ac.id/artikel/index.php/fip/index
  10. Koentjaraningrat, K. (1985). Kebudayaan mentalitas dan pembangunan. Gramedia Pustaka Utama
  11. Mardiasmo, D., & Barnes, P.H. (2015). Community response to disasters in Indonesia: Gotong Royong; A double edged-sword. Proceedings of the 9th Annual International Conference of the International Institute for Infrastructure Renewal and Reconstruction, 301–307.
  12. Miles, M.B., Huberman, M., & Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis (3rd ed.). SAGE Publication
  13. Nggoro, A.M. (2014). Filosofi Wuat Wa’i budaya Manggarai dari perspektif demokrasi Pancasila. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio, 7(1), 102–113. http://unikastpaulus.ac.id/jurnal/index.php/jpkm/article/view/25/14
  14. Nggoro, A.M. (2016). Budaya Manggarai Selayang Pandang. Nusa Indah.
  15. Nuraini, N., Riadi, A., Umanailo, M.C.B., Rusdi, M., Badu, T.K., Suryani, S., Irsan, I., Ismail, I., Pulhehe, S., & Hentihu, V,R. (2019). Political policy for the development of education. International Journal of Scientific and Technology Research, 8(11), 1871–1874.
  16. Rahayu, S., Ludigdo, U., Irianto, G., & Nurkholis. (2015). Budgeting of school operational assistance fund based on the value of gotong royong. Sciences Direct, 211(September), 364–369. doi.org/10.1016/j.sbspro.2015.11.047
  17. Rolitia, M., Achdiani, Y. & Eridiana, W. (2016). Nilai gotong royong untuk memperkuat solidaritas dalam kehidupan masyarakat Kampung Naga. Sosietas Jurnal Pendidikan Sosiologi, 6(1). doi.org/10.17509/sosietas.v6i1.2871
  18. Yofan, S. (2012). Partisipasi masyarakat lokal dalam bidang pendidikan: Studi kearifan lokal budaya pesta sekolah di desa gunung-kecamatan Kota Komba-Kabupaten Manggarai Timur-NTT”. Uversitas Gaja Mada.
  19. Slikkerveer, L.J. (2019). Integrated community-managed development strategizing indigenous knowledge and institutions for poverty reduction and sustainable community development in Indonesia. In L. J. Slikkerveer, G. Baourakis, & K. Saefullah (Eds.), Cooperative Management (pp. Vii–404). Springer.
  20. Subarkah, A., & Nurkhin, A. (2018). Pengaruh status sosial ekonomi orang tua, efikasi diri, dan bimbingan karier terhadap minat melanjutkan ke perguruan tinggi pada siswa SMA Negeri 1 Kejobong. Economic Education Analysis Journal, 7(2), 400–414.
  21. Subiyakto, B., Syaharuddin, & Rahman, G. (2016). Nilai-nilai gotong royong pada tradisi bahaul dalam masyarakat Banjar di Desa Andhika sebagai sumber pembelajaran IPS. Jurnal Vidya Karya, 31(2), 153–165. doi.org/10.20527/jvk.v31i2.3993
  22. Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kombinasi. Penerbit alfabeta.
  23. Suryawandan, N,W. & Danial, E. (2016). Implementasi semangat persatuan pada masyarakat multikultural melalui agenda forum kerukunan umat beragama (FKUB) Kabupaten Malang. Jurnal Humanika, 23(1), 46–60.
  24. Suwignyo, A. (2019). Gotong royong as social citizenship in indonesia, 1940s to 1990s. Journal of Southeast Asian Studies, 50(3), 1–22. doi.org/10.1017/S0022463419000407
  25. Taufik, S., & Kurniawati, T. (2020). Pengaruh kondisi sosial ekonomi keluarga, prestasi belajar , dan kesempatan kerja terhadap minat melanjutkan pendidikan ke program magister fakultas ekonomi UNP. Jurnal EcoGen, 3(1), 48–60. doi.org/http://dx.doi.org/10.24036/jmpe.v3i1.8486
  26. Wadu, L.B., Narjo, W.A., Ladamay, I., & Masak, R. (2019). Gotong-royong penggalangan dana dalam budaya Manggarai. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Dan Pembelajaran Bagi Guru Dan Dosen, 3, 83–89. https://conference.unikama.ac.id/artikel/index.php/fip/article/view/183