Manajemen Sekolah untuk Mencapai Sekolah Unggul yang Menyenangkan: Studi Kasus di SMAN 1 Sleman Yogyakarta

Sabar Budi Raharjo, Lia Yuliana

Abstract


The aim of this research is to find out the implementation of fun school at SMA Negeri 1 Sleman (a public senior secondary school) in Yogyakarta. The method of this research was descriptive qualitative with case study approach. The technique used in collecting data was by field study, documentation, and interview. The source of the data was the headmaster, teachers, and students. The data validity used triangulation technique, while the data analysis used interactive data through some step, that is, data collection, data reduction, data presentation, and verification or drawing the conclusion. The result shows that SMA Negeri 1 Sleman is one of fun schools in the aspect of headmaster’s leadership, educator support and education manpower, school environment, infrastructure, learning activity, excellent service, and class climate. The school management focuses on aspects that lead it to be a favorite, high-rank, and fun school. This research concludes that headmaster’s leadership is the main indicator to construct the fun best school.

 

ABSTRAK

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui penyelenggaraan sekolah yang menyenangkan di SMA Negeri I Pakem Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, dokumentasi, dan wawancara mendalam. Sumber data diperoleh dari kepala sekolah, guru, dan siswa. Validitas data menggunakan teknik triangulasi, dan analisis data menggunakan analisis interaktif melalui langkah-langkah pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sekolah Menengah Atas Negeri I Pakem Sleman merupakan sekolah yang menyenangkan baik dari segi kepemimpinan kepala sekolah, dukungan pendidik dan tenaga kependidikan, lingkungan sekolah, sarana dan prasarana, kegiatan pembelajaran, layanan prima, dan iklim kelas. Pengelolaan sekolah terfokus pada hal-hal tersebut yang mengkondisikan Sekolah Menengah Atas Negeri I Pakem menjadi sekolah favorit, unggulan, dan menyenangkan. Kajian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah merupakan indikator yang paling utama dalam mewujudkan sekolah unggul yang menyenangkan.


Keywords


fun school, headmaster’s leadership, school management, senior secondary school, sekolah menyenangkan, kepemimpinan kepala sekolah, manajemen sekolah, SMA.

Full Text:

PDF

References


Aman. 2012. Reformulasi Pembelajaran. Yogyakarta: Pujangga Press.

Bell, L & Kent, P. 2010. The Cultural Jigsaw a Case Study The Ways in Which Sixth-Form Students Perceive School Culture, Belmas, Journal of the Britsh Educational Leadership, Management & Administration Society, 16(2) 38-44.

Darling, L. & Hammond. 2010. Teacher Quality and Student Achievement: A Review of State Policy Evidence. Journal Education Policy Analysis Archives. 8(1) 72-89.

Dapiyana. 2008. Peran Guru Sebagai Model dalam Pembelajaran Karakter dan Kebajikan Moral Melalui Pendidikan Jasmani. Jurnal Ilmiah Pendidikan. Cakrawala Pendidikan. Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia Bekerja Sama dengan LPM UNY, 37(1) 112-126.

Hannerz, U. 2009. Cosmopolitans and Local in World Culture. Journal Theory, Culture, and Society, 7(2) 79-88.

Kumaris, V. 2014. Soft Skills and Teacher Accountability in The Context of Quality Education. Journal of Education and Psychological Research, (3) 79-80.

Macneil, J.A., Prater, D.L., & Busch, S. 2010. The Effects of School Culture and Climate on Student Achievement. Journal Leadership in Education, 12(2) 197-209.

Morrison, D.M. & Mokashi K. & Cotter, K. 2011. Instructional quality indicators: Research foundations. Cambridge University.

Rahayu, S & Kita, M. 2009. An Analysis of Indonesian and Japenese Students Understanding of Macroscopic and Submicroscopic Level of Representing Matter and Changes. International Journal of Sciences and Mathematics Education, 8(1) 126-133.

Republik Indonesia. 2005. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang

Guru dan Dosen.

Sallis, E. 2006. Total Quality Management in Education, Manajemen Mutu Pendidikan, (Terjemahan Ahmad Ali Riyadi & Fahrurrozi). Yogyakarta: IRCiSoD.

Siswanto. 2014. Pengembangan Model Kultur Sekolah. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, 18(1) 220-237.

SMA N I Pakem. 2015. Profil SMA Negeri I Pakem Sleman Tahun 2015. Yogyakarta: SMAN I Pakem Sleman.

Supriyono, A. 2012. Membentuk Kultur Pembelajaran yang Mendidik. Jurnal Paramita, 22(2) 219227.

Suryani, N. 2013. Manajemen Pembelajaran Berbasis Kultur di Sekolah. Jurnal Paramita, 23(2) 208-219.

Sutopo. 1996. Metodologi Penelitian Kualitatif untuk Ilmu-ilmu Sosial Budaya. Surakarta: UNS Press.

Zamroni. 2002. Pedoman Pengembangan Kultur Sekolah. Jakarta: Direktorat pendidikan umum.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Balitbang Kemdikbud © 2016