Main Article Content

Abstract

Penelitian ini bersifat expost-facto yang bersifat korelasional dan bertujuan untuk mengetahui : (1) seberapa besar hasil belajar fisika siswa kelas II SMP Negeri I Sungguminasa Kabupaten Gowa; (2) seberapa tingkat penalaran formal siswa kelas II SMP Negeri I Sungguminasa Kabupaten Gowa; dan (3) apakah kemampuan
penalaran formal mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap hasil belajar fisika siswa kelas II SMP Negeri I Sungguminasa Kabupaten Gowa . Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh siswa kelas II SMP Negeri I Sungguminasa tahun ajaran 2005/2006, sedangkan sampel penelitiannya sebanyak 80 siswa dipilih dengan teknik random sampling. Instrumen penelitian yang dipergunakan adalah tes kemampuan formal dan tes hasil belajar fisika. Hasil penelitian menunjukkan : (1) hasil belajar fisika siswa sebesar 13,4 termasuk dalam kategori rendah, (2) kemampuan penalaran formal siswa sebesar 4,24, termasuk dalam kategori tahap awal dan (3) secara signifikan kemampuan penalaran formal berpengaruh positif terhadap hasil belajar fisika.

Keywords

penalaran formal hasil belajar

Article Details

How to Cite
Tawil, M. (2022). Pengaruh Kemampuan Penalaran Formal Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas II SMP Negeri 1 Sungguminasa Kabupaten Gowa. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 14(70), 79-100. https://doi.org/10.24832/jpnk.v14i70.3223

References

  1. Abdullah,A.E 1979. Pengaruh Motif Berprestasi dan Kapasitas Kecerdasan Terhadap Prestasi Belajar Dalam Kelompok Akademik Pada SMP Negeri di Sulawesi-Selatan. Disertasi, Bandung : IKIP Bandung.
  2. Abdullah,A.E. 1987. Pokok-pokok Layangan Bimbingan Belajar. Ujung Pandang : FIP IKIP Ujung Pandang.
  3. Abimanyu,S.1987. Teori Belajar dan Implikasinya Dalam Proses Belajar Mengajar. Ujung Pandang : P3T IKIP Ujung Pandang.
  4. Amin, Bunga Dara & Kemala Suryansari. 2002. Pengaruh Kemampuan Penalaran Formal Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas II SMA Negeri 1 Sungguminasa Kabupaten Gowa. Transformasi Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA FMIPA UNM Makassar, Volume 6, Nomor IV, Januari 2003, halaman 314-328, ISSN 0854-7874
  5. Arikunto, S. 2002. Prosedur Penelitian. Jakarta : Penerbit Rineka Cipta.
  6. Baso, Intan. 1995. Penilaian Hasil Belajar. Jakarta : Penerbit Bumi Aksara
  7. Departemen Pendidikan Nasional. 2004. Kurikulum 2004 SMP. Jakarta:Depdiknas
  8. Djaali. 1987. Pengaruh Kebiasaan Belajar, Motivasi Belajar dan Kemampuan Dasar SMP di Kota Madya Ujung Pandang. Ujung Pandang : LPPM IKIP Ujung Pandang.
  9. Gie, T. L. 1988. Teori Belajar. Bandung. Tarsito
  10. Hudoyo. 1979. Teori Belajar dan Mengajar. Jakarta: Penerbit Bumi Aksara.
  11. Hudoyo, Herman. 1988. Pengembangan Kurikulum Matematika dan Pelaksanaannya di depan Kelas. Surabaya : Usaha Nasional.
  12. Mappa, S. 1975. Teori dan Praktek, Prosedur Pengembangan Sistim Instruksional. Ujung Pandang : Diktat penataran guru IPA SMP dan SMP Se Sulawesi-Selatan, Maluku dan Irian Jaya.
  13. Melton dan Munn. 1957. Strategies for Teacher Teaching Content and Thingking Skill. New Jersey: Prentice Hall.
  14. Nur. 1991. Pengadaptasian Test of Logical Thinking (TOLT) Dalam Seting Indonesia. Laporan Hasil Penelitian, IKIP Surabaya.
  15. Oemar Hamalik. 1990. Metode Belajar dan Kesulitan-Kesulitan Belajar. Bandung : Tarsito.
  16. Santoso, S.I. 1994. Sejarah Perkembangan Ilmu Pengetahuan. Jakarta : Sastra Hudaya.
  17. Semiawan. 1985. Keterampilan Proses. Bandung. Bina Cipta
  18. Sudjana. 1991. Teori Belajar. Bandung: Tarsito Bandung.
  19. Sudjana. 1996. Metode Statitsik . Bandung. Tarsito Bandung.
  20. Sutawijaya. 1991. Logika Berpikir. Jakarta: Penerbit Bumi Aksara.
  21. Soedjadi,R. 1991. Wajah Pendidikan Matematika Di Sekolah Dasar Kita Beberapa Hasil Pengamatan Lapangan Sebagai Bekal Upaya Perbaikan Di Masa Depan. Jakarta : Penataran Persiapan Calon Penatar (PCP) Dosen PGSD-DII Guru Kelas.
  22. Slameto. 1991. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhuinya. Jakarta: Rineka Cipta.
  23. Slamet Sudarman. 1983. Analisis Kemampuan Siswa dan Pengajaran Remedial Modul No.1. Semarang : Program jarak jauh jurusan Bahasa Inggris IKIP Semarang.
  24. Tjokrodihardjo, S. 2001. Taksonomi Tujuan Pendidikan : Surabaya : Penerbit: UNESA UNIVERSITY PRESS.
  25. Wahidah. 2000. Hubungan Anatara Kemampuan Penalaran Formal Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas III SMP Negeri Bikeru Kabupaten Sinjai. Skripsi tidak dipublikasikan. Universitas Negeri Makassar.
  26. Wilantara, I. P. Eka. 2003. Implementasi Model Belajar Konstruktivis Dalam Pembelajaran Fisika Untuk Mengubah Miskonsepsi Ditinjau Dari Penalaran Formal Siswa. Tesis Magister tidak dipublikasikan. Institut Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Negeri Singaraja Program Pascasarjana.