Main Article Content

Abstract

The objective of this study is to know the contribution of principal supervision, job climate, and curriculum understanding to teacher performance. The research method is a survey with correlational approach. The research sample is 200 teachers. Sampling technique are with area sampling, proportional sampling, and random sampling. The research instrument was a questionnaire and multiplechoice tests. Data analysis using descriptive statistics and inferential statistics. The study reveals that there are positive and significant correlation between: 1) principal supervision to teacher performance, improvement of principal supervision will be followed by improvement to teacher performance; 2) working climate to teacher performance, improvement of working climate will be followed by improvement to teacher performance; 3) curriculum understanding with teacher performance, improvement of curriculum understanding will be followed by improvement to teacher performance; and 4) principal supervision, working climate, and curriculum understanding to teacher performance, improvement of principal supervision, working climate and curriculum understanding will be followed by improvement to teacher performance.

 

ABSTRAK

Tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk mengetahui kontribusi supervisi kepala madrasah, iklim kerja, dan pemahaman kurikulum terhadap kinerja guru. Metode penelitian menggunakan survei dengan pendekatan korelasional. Sampel penelitian berjumlah 200 orang guru. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan area sampling, proporsional sampling, dan random sampling. Instrumen penelitian menggunakan angket dan tes pilihan ganda. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara: 1) supervisi kepala madrasah terhadap kinerja guru, peningkatan supervisi kepala madrasah akan diikuti dengan peningkatan terhadap kinerja guru; 2) iklim kerja terhadap kinerja guru, peningkatan iklim kerja akan diikuti oleh peningkatan terhadap kinerja guru; 3) pemahaman kurikulum terhadap kinerja guru, peningkatan pemahaman kurikulum akan diikuti dengan peningkatan terhadap kinerja guru; dan 4) supervisi kepala madrasah, iklim kerja, dan pemahaman kurikulum terhadap kinerja guru, peningkatan supervisi kepala madrasah, iklim kerja, dan pemahaman kurikulum akan diikuti dengan peningkatan terhadap kinerja guru.

Article Details

How to Cite
--, S. (2014). Kontribusi Supervisi Kepala Madrasah, Iklim Kerja, dan Pemahaman Kurikulum terhadap Kinerja Guru Madrasah Aliyah. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 20(1), 59-73. https://doi.org/10.24832/jpnk.v20i1.133

References

  1. Afifudin. 2007. Kinerja Guru Madrasah Aliyah: Studi tentang Pengaruh Kepemimpinan Kepala Madrasah, Sipervisi Akademik, dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Guru Madrasah Aliyah Negeri di Jawa
  2. Barat. Disertasi. Bandung: Universitas Islam Negeri Bandung (tidak dipublikasikan).
  3. Arikunto, Suharsimi. 1998. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
  4. As’ad, Muhammad. 2004. Kinerja Karyawan. Yogyakarta: Liberty.
  5. Azizi, Qodri dan Rahman, Saleh, Abdul. 2004. Madrasah dan Pendidikan Anak Bangsa, Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.
  6. Bafadal, Ibrahim. 1992. Supervisi Pengajaran: Teori dan Aplikasinya dalam Membina Profesional Guru. Jakarta: Bumi Aksara.
  7. Budiaman dan Andaryati, Arenarita Peni. 2007. Analisis Faktor-faktor Kesulitan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan IPS Terpadu Guru-guru SMPN Kotamadya Bekasi. Laporan Penelitian. Jakarta: Lembaga Penelitian Universitas Negeri Jakarta
  8. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1982. Alat Penilaian Kemampuan Guru: Rencana Pengajaran. Buku I. Jakarta: Proyek Pengembangan Guru.
  9. Djamarah, Syaiful Bahri. 1994. Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru. Surabaya: Usaha Nasional.
  10. Gibson, L. J., M. Ivancevich, M.J., Donnely Jr., H. J. 1985. Organisasi dan Manajemen: Perilaku Struktur, Jakarta: Erlangga.
  11. Glickman, C.D., Gordon, S.P. dan Ross-Gordon, J.M. 1998. Supervision of instruction: A Developmental Approach. (4th Edition), Boston: Allyn Bacon.
  12. Hadis, A. 2005. Kontribusi Supervisi Kepala Sekolah, Profesionalisme, dan Kinerja Guru terhadap Mutu Proses dan Hasil Belajar Siswa di SMAN Kota Bandung. Jurnal Mimbar Pendidikan. No. 24 (2) 2005. hlm. 40-46.
  13. Halpin, A.W. dan Croft, D.B. 1963. The Organizational Climate of School. Chicago: Midwest Administration Centre, University of Chicago.
  14. Harahap, B. 1983. Supervisi Pendidikan yang Dilaksanakan oleh Guru, Kepala Sekolah, Penilik dan Pengawas Sekolah. Jakarta: Damai Jaya.
  15. Kamil, Z. 1999. Manajemen Kelas. Studi Korelasional antara Pelaksanaan Supervisi Kepala Sekolah, Motivasi Kerja dengan Manajemen Kelas di Keacamatan Menteng Jakarta Pusat. Laporan Penelitian. Jakarta: Lembaga Penelitian Universitas Negeri Jakarta.
  16. Lubis, B.L. 2007. Pengaruh Profesionalisme Guru dan Iklim Kerja terhadap Efektivitas Kerja Guru SMA Jakarta Selatan. Tesis. Jakarta: Program Pascasarjana Magister Manajemen Pendidikan
  17. Universitas Budiluhur. Tidak diterbitkan.
  18. Marks, James Robert, Stoops, Emery, dan King-Stoops, Joyce. 1991. Handbook Educational Supervision: A Guide for The Practition. Boston: Allyn & Bacon Inc.
  19. Muslim. 2004. Hubungan antara Iklim Kerja Sekolah dan Motivasi Berprestasi dengan Kinerja Guru Madrasah Aliyah Negeri Jakarta Selatan. Tesis. Program Pascasarjana Jurusan Administrasi Pendidikan, UHAMKA Jakarta.
  20. Nurdin, Syarifudin dan Usman, Basyirudin. 2002. Guru Profesional dan Implementasi Kurikulum. Jakarta: Ciputat Pers.
  21. Nurhayati, B. 2006. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Profesionlisme dan Kinerja Guru Biologi di SMAN Kota Makasar Sulawesi Selatan. Mimbar Pendidikan No. 25(4).
  22. Peter, D.E. 1994. Supervision in Social Work: A Method of Student Training and Staff Development. London: George Allen & Unwin.
  23. Pidarta, Made. 1995. Peranan Kepala Sekolah Pada Pendidikan Dasar. Jakarta: Gramedia.
  24. Samana. 1994. Profesionalisme Keguruan. Yogyakarta: Kanisius.
  25. Sergiovani, T.J. dan Starrat, R.J. 1993. Supervision Human Perspective. New York: McGraw Hill Book Company.
  26. Singarimbun, Masri dan Efendi, Sofyan 1989. Metode Penelitian Survey. Jakarta: LP3ES.
  27. Sugiarto, D; Siagian, L.; Sunaryanto, Tri; dan Oetomo, Deny S. 2003. Metode Penelitian Survey. Jakarta: PT Pustaka LP3ES.
  28. Sukmadinata, Nana Syaodih. 2004. Kurikulum dan Pembelajaran Kompetensi. Bandung: Yayasan Kesuma Karya.
  29. Sukmadinata, Nana Syaodih. 2005. Metodologi Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
  30. Supranto, J. 1997. Metode Riset Aplikasinya dalam Pemasaran. Jakarta: Rineka Cipta.
  31. Suryabarata, Sumadi. 1992. Metodologi Penelitian. Jakarta: Rajawali Pres.
  32. Supriadi. Dedi. 1998. Mengangkat Citra dan Martabat Guru. Yogyakarta: Adicita Karya Nusantara.
  33. Surya, Muhammad. 2004. “Sertifikasi, Kompetensi dan Kinerja”, Makalah disampaikan pada Seminar Nasional PSPIPS-SPs UPI, Bandung.
  34. Tagiuri, R., dan Litwin, G.H. 1968. Organizational Climate: Exploration of a Concept. Boston: Harvard University Press.